Selasa, 05 Juni 2012

Tanya: "Apakah aku fanatik?"

P: "Apakah aku fanatik?" J: "jika itu berarti berlebihan, oh tentu tidak (insya Allah)! jika itu berarti berkeyakinan kuat, mungkin iya insya Allah."

*
Di suatu pagi, ketika Syabibah, seorang gadis remaja yang biasa dipanggil Fafa, sedang bercermin untuk mengenakan jilbabnya, tiba-tiba ia teringat akan ayat Quran yang pernah dibacanya, "...Hendaklah mereka (perempuan-perempuan mukmin) mengulurkan jilbabnya sampai ke dada mereka..." (Q. S. An-Nur :31 & Al-Ahzab: 59). Hal tersebut membuatnya berpikir, 'Apakah aku mulai pake jilbab panjang sekarang?' lalu ia menjawab dengan jilbab panjangnya.

Belum selesai ia merapihkan kerudungnya dengan penitik dan bros, ibunya masuk ke kamarnya dan menatapnya heran.
           "Ko jilbabmu panjang, Fa?", tanya ibunya.
           "Kata Allah dalam al Quran, berjilbab itu harus panjang, Bu. Makanya, Fafa pake jilbabnya panjang." jawab Fafa dengan lembut diakhiri dengan senyuman.
            "Oh, gitu." respon ibu dengan anggukan.

Sejak itu Fafa tahu bahwa tidak hanya ibu saja yang akan keheranan melihat penampilan barunya, teman-teman di sekolahnya pun pasti akan bertanya-tanya. Fafa pun siap dengan jawabannya.

Setibanya di kelas, dugaannya pun terbukti. Salah satu teman sekelasnya, Wiwi, menanyakan pertanyaan yang sama dengan ibunya. Fafa pun menjawab dengan jawaban yang sama. Temannya yang belum berjilbab pun, In in, menanyakan hal serupa dan dijawab dengan jawaban serupa. ketika Fafa mendengar respon In in yang tidak antusias, seketika itu juga, Fafa teringat kisah para wanita Anshar. Para wanita Anshar begitu antusias dan taat kpd Allah sehingga ketika mereka mendengar perintah Allah tentang bejilbab, seketika itu juga mereka menarik kain-kain apapun yang ada disekitar mereka untuk mereka kenakan menutup aurat mereka. Para wanita Anshar dipuji oleh 'Aisyah r.a. karena ketaatan mereka kepada Allah. Fafa pun ingin seperti wanita Anshar yang sangat taat pada Allah Azza wa jalla.

Selain yang bertanya, adapun yang memuji dan menyelamati Fafa dengan perkataan, "Barakallah. Semoga Allah memberkahimu." Fafa pun menjawab, "Amin" seraya tersenyum bahagia. dia yakin dan akan membuktikan bahwa penampilan barunya ini takkan mengganggu aktifitasnya di sekolah.

Sore menjelang, waktunya Fafa pulang. Di rumah, ternyata ibu sudah ditemani ayah di ruang keluarga. Setelah mengucapkan salam dan mencium tangan ibu dan ayah, Fafa menuju ke kamarnya untuk berganti pakaian. setelah itu, ia bergegas ke luar kamar menyapa ayahnya.
          "Ayah ko pulang cepat?" tanya Fafa.
          "Bukan ayah yang pulang cepet, tapi kamu yang pulang kesorean." jawab Ayah.
          "Heh, iya yah. soalnya tadi aku ke sekre ekskul dulu ada keperluan."
          "Eh, Nak. Tolong belikan cemilan donk ke warung situ."
          "Oh, ok yah. sebentar pake baju dulu." jawab Fafa. Ayah jadi heran mendengar perkataan Fafa 'pake baju' padahal Fafa sudah pake kaos panjang, celana panjang.
          Tak berselang lama, Fafa pun keluar dengan kaos panjang, rok panjang dan jilbab panjang serta membawa kaos kaki yang dia akan ia pakai. ketika Fafa sedang mengenakan kaos kakinya, Ayah bertanya, "Kenapa pake kaos kaki?"
          Fafa pun menjawab santai, "Kan aurat wanita itu seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan (sambil menunjuk wajah dan telapak tangannya). jadi aku pake kaos kaki."
          "Iya, tapi kan deket warungnya juga."
          "Kan, kalo wanita keluar rumah, wanita wajib menutup auratnya. gitu Yah. aku ke warung dulu, assalamu'alaikum."
          Ayahpun menjawab salam sambil masih keheranan melihat perubahan putri satu-satunya ini.

**
Hari ini, hari kedua Fafa dengan penampilan barunya. Tidak ada lagi yang bertanya-tanya atau keheranan selain mereka yang belum berjumpa dengannya atau yang belum berani bertanya. dan setiap ada yang bertanya, Fafa menjawab dengan jawaban yang sama. Tapi Fafa hanya  bisa melempar senyum atau wajah ramah kepada orang yang hanya menatapnya heran atau penuh keanehan.

Hari ini, Fafa dan teman-teman sekelasnya praktek kimia di lab tentunya. Atas pengelompokan guru, Fafa berkelompok dengan satu teman perempuan, Fifi dan 2 teman laki-laki, Gan gan dan Zam zam.

             "Syabibah, kita sekelompok ya." ujar Gan gan sambil mencolek bahu Fafa.
             Seketika itu Fafa menghindar dan menjawab, "Eh, iya. ok. mari kita ke meja praktek."
             Gan gan merasa heran dengan tingkah Fafa tadi, tapi dia simpan keheranannya dulu.

Setelah semua alat dan bahan terkumpul, masing-masing kelompok memulai prakteknya. kelompok Fafa pun demikian. Selama praktek, Fafa berusaha untuk tidak menyentuh atau disentuh kedua teman laki-lakinya. ternyata, perbuatannya itu cukup diperhatikan oleh teman-teman sekelompoknya.

              "Yes, kita berhasil. Ces dulu donk!" ujar Zam zam dengan penuh semangatnya setelah percobaan yang dilakukan bersama kelompoknya berhasil. Zam zam pun tos dengan Gan gan dan fifi. ketika Zam zam mengajak tos pada Fafa, Fafa hanya bisa tersenyum dan berkata, "Iya, selamat ya!"

              Keheranan Gan gan sejak tadi pun akhirnya dia ungkapkan, "Syabibah, kamu makin aneh sih aku perhatiin. pertama, berjilbab panjang, okelah, menurutku kamu tambah cantik, tambah rapih, tambah tertutup, jujur aku suka. tapi hari ini, perasaan kamu ko ga mau aku sentuh, meskipun dicolek doang, ga mau nyentuh aku n Zam zam."
              "Iya betul. emang kita nih najis?" tanya Zam zam.
              "Duh, bukan gitu, kawan-kawan." jawab Fafa.
              "Sudahlah jangan kau fanatik dalam beragama." ujar Gan gan.
              "Fanatik?" respon Fafa.
              "Udahlah temen-temen. terserah Fafa kali. emang ganggu kalian gitu?" bela Fifi.
              "Enggak ganggu juga sih tapi ya kita sempat tersinggung en aneh aja. ya aku mah kasih tau aja untuk ga usah fanatik, biasa aja lah." ujar Zam zam.

         Mengetahui respon Gan gan dan Zam zam yang begitu, Fafa jadi begitu sedih. Fafa pikir, harusnya mereka bisa minimal mengerti dan menerima jika mereka belum bisa melaksanakan karena perbuatan Fafat ini berdasarkan ajaran agama Islam, agamanya Fafa dan agamanya mereka. namun, Fafa juga harus mencoba paham karena belum semua orang tau, paham dan mengaplikasikan ajaran dalam agamanya sendiri, begitu pun Fafa yang masih harus mendalami.
        Mendengar judgement temannya yang bilang "fanatik", Fafa bertanya-tanya pada dirinya, "Apa aku ini fanatik?"
dari situ Fafa kemudian mencari-cari definisi kata 'fanatik' di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kamus online, dan lainnya.
         Sebagian kamus menyebutkan bahwa fanatik adalah berlebihan. Fafa merenung dan berpikir, "Apakah aku ini berlebihan?"
          Fafa mulai pikirkan satu per satu perubahannya, yang membuat orang berpikir ia fanatik. pertama, berjilbab panjang, hal ini ada dalilnya bahkan dalil dalam al Quran bahkan disebutkan 2 kali. 'Berarti untuk hal ini, aku tidak berlebihan, tidak fanatik, aku sesuai porsinya, sesuai yang seharusnya.' ujar Fafa dalam renungannya. kedua, menutup seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan, hal ini juga tidak berlebihan karena berdasarkan sabda Rasulullah saw, 'Hai Asma, sesungguhnya jika seorang wanita sudah mencapai usia haidh (akil baligh) maka tak ada yang layak terlihat kecuali ini, sambil beliau menunjuk wajah dan telapak tangan.' (HR. Abu Daud dan Baihaqi). ketiga, tidak bersentuhan dengan lawan jenis, hal ini pun tidak berlebihan karena berdasarkan sabda Rasulullah saw, 'Seandainya kepala seseorang di tusuk dengan jarum dari besi itu lebih baik dari pada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.' (Hadits hasan riwayat Thobroni dalam Al-Mu'jam Kabir 20/174/386 dan Rauyani dalam Musnad: 1283 lihat Ash Shohihah
1/447/226). 'Jadi, aku ini ga berlebihan.' ujar Fafa dalam renungannya.

             Fafa kemudian membaca definisi fanatik lainnya yang mengatakan bahwa fanatik berarti teramat kuat kepercayaan (keyakinan) nya. 'Umm, insya Allah iya. aku memang berharap demikian sehingga Allah dan Rasul-Nya senang padaku atas kuatnya keyakinanku pada Allah dan Rasul Nya.' ujar Fafa.

'Jadi, kalo fanatik yang berarti berlebihan, oh tentu aku enggak donk. tapi kalo fanatik yang berarti teramat kuat keyakinannya, emm insya Allah aku berusaha.' ujar Fafa 'Akan aku kasih tau mereka apa itu fanatik.'


> cerita ini sengaja dibuat untuk semua tanpa niat menyakiti hati siapapuni..
> slh satu himbauan penting dalam cerita ini: minimal menerima dan memahami jika belum bisa mengaplikasikan :)


thanks for reading this b^^

semoga Allah memberikan petunjuk, ketakwaan, kecukupan, dan kekayaan pada kita semua. amin Ya mujiibasailiin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar