Suatu hari ketika VA pergi ke suatu tempat dengan mengendarai benda yang
dinamakan 'angkot', dia duduk bersebelahan dengan seorang wanita dewasa
yang mendampingi seorang anak kecil seusia sinchan ditambah 1 tahun.
Awalnya, tak ada yang terjadi hingga. . .
Anak kecil (Ak): "Mah, susunya ga enak?"
Wanita dewasa (Wd): "Masa sih, sini mamah coba. . .Oh iya sedikiiit."
Ak: "Buang ya mah."
Wd: "Iya sok."
Dan ...
Ak pun melempar sekotak dus kecil susu **** (tak mau menyebutkan merk) ke luar angkot melalui pintunya.
Terkejutlah VA dan merasa tak senanglah dia sampai-sampai . . .
"Beletak!"
dijitaklah kepala si anak kecil itu.
"Apa-apaan kamu jitakin anak saya!" bentak wanita dewasa. Terang saja, orang tua mana yang mau anaknya dijitak atau ditampar atau dipukul orang lain - meskipun orang tua terkadang menjitak, menampar atau memukul anaknya -.
"Oh, anak ibu. Saya pikir anda bukan ibunya. Karena kalo saya ibunya, saya tidak akan membiarkan anak saya melakukan hal tidak terpuji seperti buang sampah sembarangan, ke jalan lagi." jawab VA tanpa rasa bersalah.
Bingung harus membalas bagaimana, ibu itu pun terdiam. Tak lama kemudian, memberhentikan angkot dan turun.
sampah di pinggir jalan
(foto yang saya cantumkan adalah foto jalan manisi, entah dimana)
Awalnya, tak ada yang terjadi hingga. . .
Anak kecil (Ak): "Mah, susunya ga enak?"
Wanita dewasa (Wd): "Masa sih, sini mamah coba. . .Oh iya sedikiiit."
Ak: "Buang ya mah."
Wd: "Iya sok."
Dan ...
Ak pun melempar sekotak dus kecil susu **** (tak mau menyebutkan merk) ke luar angkot melalui pintunya.
Terkejutlah VA dan merasa tak senanglah dia sampai-sampai . . .
"Beletak!"
dijitaklah kepala si anak kecil itu.
"Apa-apaan kamu jitakin anak saya!" bentak wanita dewasa. Terang saja, orang tua mana yang mau anaknya dijitak atau ditampar atau dipukul orang lain - meskipun orang tua terkadang menjitak, menampar atau memukul anaknya -.
"Oh, anak ibu. Saya pikir anda bukan ibunya. Karena kalo saya ibunya, saya tidak akan membiarkan anak saya melakukan hal tidak terpuji seperti buang sampah sembarangan, ke jalan lagi." jawab VA tanpa rasa bersalah.
Bingung harus membalas bagaimana, ibu itu pun terdiam. Tak lama kemudian, memberhentikan angkot dan turun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar