Suatu hari aku pergi ke
tukang obras, untuk mengobras tentunya. Di tempat itu, aku harus
mengantri menunggu giliran hingga akhirnya tibalah giliranku. aku pun
duduk di dekat seorang ibu keturunan cina (sebutlah Leni) yang merupakan
teman pemilik obras yang mengobras kain-kain yang ku bawa.
Sejak aku datang, mereka memang sudah mengobrol hingga tiba giliran akupun mereka masih mengobrol. itu bukanlah masalah buatku karena meskipun mereka mengobrol, pemilik obras yang juga keturunan cina (sebutlah Cici) tetap melakukan tugasnya yakni mengobras.
Bukan aku ingin mencuri dengar, tapi tentu saja aku yang duduk dekat mereka, dapat mendengar segala yang mereka perbincangkan.
Ibu Leni menceritakan keluarganya kepada Ibu Cici. Bu Leni sepertinya tidak keberatan aku mendengarkan perbincangan mereka karena bu Leni tidak segan-segan bercerita dengan suara yang cukup dapat ku dengar dengan jelas.
"Enak ya Bu Leni mah anak-anak udah pada gede udah pada kerja." kata Bu Cici.
"Oh iya, anak-anakku semuanya ngasih jatah setiap bulan buat aku dan buat suamiku." kata Bu Leni.
dalam hatiku, aku berujar "Wah keren tuh anak-anaknya, bisa ngasih buat ibu bapaknya." di saat yang bersamaan, aku pun berdoa agar aku bisa melakukan hal yang sama. ya walaupun uang tidak bisa membalas semua kebaikan yang telah dilakukan ibu bapakku untukku, setidaknya aku ingin bisa mencukupi kebutuhan kelak di hari tua mereka seperti mereka kepadaku sejak aku lahir.
akupun jadi menyimak apa yang dibincangkan mereka karena sepertinya pesannya bagus...eh malah ada hal yang menurutku lucu.
"Suami ga usah kerja dong? kan dapet uang dari anak." kata bu Cici.
"Oh ya suamiku tetep kerja. uang suamiku aku pake belanja buat makan dan lain-lain. uang dari anak buat dia dan buat aku ya aku simpen."
aku tersenyum sedikit sambil menahan tawa. pinter juga nih bu Leni. ya mungkin beliau melakukan itu atas pengetahuan suaminya. masa enggak...
karena istri sholihah mah ga ngambil uang suami tanpa sepengetahuannya...
wallahu 'alam.
Note: redaksinya ga gitu-gitu juga...sedkt di modif karena udah lupa, it's been long time gheeto tapi intinya yang patut kita tiru adalah... mencukupi kebutuhan orang tua kita
Sejak aku datang, mereka memang sudah mengobrol hingga tiba giliran akupun mereka masih mengobrol. itu bukanlah masalah buatku karena meskipun mereka mengobrol, pemilik obras yang juga keturunan cina (sebutlah Cici) tetap melakukan tugasnya yakni mengobras.
Bukan aku ingin mencuri dengar, tapi tentu saja aku yang duduk dekat mereka, dapat mendengar segala yang mereka perbincangkan.
Ibu Leni menceritakan keluarganya kepada Ibu Cici. Bu Leni sepertinya tidak keberatan aku mendengarkan perbincangan mereka karena bu Leni tidak segan-segan bercerita dengan suara yang cukup dapat ku dengar dengan jelas.
"Enak ya Bu Leni mah anak-anak udah pada gede udah pada kerja." kata Bu Cici.
"Oh iya, anak-anakku semuanya ngasih jatah setiap bulan buat aku dan buat suamiku." kata Bu Leni.
dalam hatiku, aku berujar "Wah keren tuh anak-anaknya, bisa ngasih buat ibu bapaknya." di saat yang bersamaan, aku pun berdoa agar aku bisa melakukan hal yang sama. ya walaupun uang tidak bisa membalas semua kebaikan yang telah dilakukan ibu bapakku untukku, setidaknya aku ingin bisa mencukupi kebutuhan kelak di hari tua mereka seperti mereka kepadaku sejak aku lahir.
akupun jadi menyimak apa yang dibincangkan mereka karena sepertinya pesannya bagus...eh malah ada hal yang menurutku lucu.
"Suami ga usah kerja dong? kan dapet uang dari anak." kata bu Cici.
"Oh ya suamiku tetep kerja. uang suamiku aku pake belanja buat makan dan lain-lain. uang dari anak buat dia dan buat aku ya aku simpen."
aku tersenyum sedikit sambil menahan tawa. pinter juga nih bu Leni. ya mungkin beliau melakukan itu atas pengetahuan suaminya. masa enggak...
karena istri sholihah mah ga ngambil uang suami tanpa sepengetahuannya...
wallahu 'alam.
Note: redaksinya ga gitu-gitu juga...sedkt di modif karena udah lupa, it's been long time gheeto tapi intinya yang patut kita tiru adalah... mencukupi kebutuhan orang tua kita
Tidak ada komentar:
Posting Komentar