Selasa, 05 Juni 2012

Keutamaan Surat Al Fatihah

Beberapa keutamaan surah Al-Fatihah adalah sbb:

1. Surah yang Paling Agung di dalam al-Quran

Abu Sa'id bin Mu'alla berkata,
"Pada suatu hari, aku sedang shalat di masjid. Selesai shalat, aku dpanggil Rasulullah. Kemudian, Rasulullah pun bersabda, 'Aku akan mengajarkanmu sebuah surah yang teragung di dalam al-Quran sebelum engkau keluar dari masjid.'
Aku bertanya, 'Surah apakah itu wahai Rasulullah?'
Rasulullah kembali bersabda, '(Ia adalah surah) Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Ia adalah 7 ayat yang diulang-ulang (dalam setiap rakaat - peny.) dan al-Quran yang agung yang diberikan kepadaku." (HR Bukhari, Abu Dawud, dan Nasa'i)


2. Surah yang Paling Utama di dalam al-Quran

Abu Hurairah meriwayatkan bahwasanya Rasulullah bersabda, "Alhamdulillahi Rabbil 'Alamiin adalah Umm al-Quran, Umm al-kitab, as-Sab'ul Matsani, al-Quran al-'Azhim, ash-shalat, asy-syifa, dan ar-ruayah." (HR. Tirmidzi)


3. Surah yang di dalamnya termaktub munajat antara hamba dan Allah swt.

Abu Hurairah mengatakan bahwa suatu saat Rasulullah bersabda, "Allah telah berfirman, 'Aku telah membagi (kandungan makna) surah al-Fatihah untuk-Ku dan untuk hamba-Ku menjadi dua bagian, dan Aku akan mengabulkan apa yang hamba-Ku pinta.

Apabila dia membaca, 'Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam,'
Allah akan membalasnya dengan berfirman, 'Hamba-Ku telah memuji-Ku.'

Apabila dia membaca, 'Zat Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang,'
Allah berfirman, 'Hamba-Ku telah memuji-Ku.'

Apabila dia membaca, 'Yang menguasai di Hari Pembalasan,'
Allah berfirman, 'Hamba-Ku telah mengagungkan-Ku,' lalu Allah berfirman sekali lagi, 'Hamba-Ku telah memasrahkan urusannya kepada-Ku.'

Apabila dia membaca, 'Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan,'
Allah berfirman, 'Ini adalah urusan antara Aku dan hamba-Ku, dan Aku akan mengabulkan apa yang hamba-Ku pinta.'

Apabila dia membaca, 'Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat (iman) kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) merka yang sesat,'
Allah berfirman, 'Ini adalah untuk hamba-Ku dan dia akan mendapatkan apa yang dia pinta.'"

(HR. Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa'i, dan Ibnu Majah)

--- disalin dari Tafsir Quran Per Kata yang disusun oleh DR. Ahmad Hatta, MA. dan diterbitkan oleh Maghfirah pustaka. ---

Tak ada yang sia-sia

Mgkin qt prnh alami ini:
hari itu ak brsikeras utk dtg awal,bbrp menit sblm jam yg sdh dsepakati,dg niat baik tak mau mnzhalimi tak mau bwat org mnunggu dan niat2 baik lainnya,,.
namun
tak dinyana,malah dia yg mbuatku menunggu..shg jd ingat lagu s on 7: sbrapa pantaskah kau utk ku tunggu...
atau pun lagu2 lain yg d lirik nya mgandung kata 'tunggu' atau 'menunggu'.
sbentar c msh ok,lama2 jd owkey. .! (sambil mengepalkn tangan,saking keselñ)
tapi sabarlah...sabarrr.

tak ad yg sia2.

tahan emosimu biar kebaikan yg telah ad tak punah atau luruh...

ingat, "sypa yg mnahan marah,pdhl ia dpt mlampiasknnya,mk klak pd hr kiamat Allah akn mmanggilnya d dpn slrh makhluk,kmudian dsruhnya mmlih bida2ri skhndaknya" HR. Abu Dawud,Tirmidzi

dan mgkn jg qt prnh mgalami:
ak niatkn baik,mau brbgi ilmu dg org lain scr gratis...tlah ak agendakan..bahkn spa pun tak bs mgganggu gugat agenda itu.
namun
dia/mrka,yg mau ak bgi ilmu nya tak kunjung tiba...
ingin kecewa dsb...

tapi

tak ada yg sia2.

ingatlah,
"Dari Abul 'Abbas 'Abdullah bin 'Abbas bin 'Abdul Muththalib r.a. dari Rasulullah s.a.w. dmn beliau mncritakn ttg ap yg dtrimanya dr Tuhan Yang Maha Pemberkah lagi Maha Luhur, dmn bliau brsbda: "Ssgghnya Allah ta'ala mnctat kbaikan2 & kjahatan2,kmudian djlsknnya smua itu. brgspa yg brmaksud utk mgrjakn kbaikn ttpi ia tdk mlaksanaknnya mk Allah mctat bginya 1 kbaikn,& brgspa yg brmksud utk mgrjakn kbaikn lantas ia mgrjaknnya mk Allah mctat bginya 10 kbaikn sampai lipat 700 kali bhkn sampai brlpat ganda yg tdk trhitung byknya. brgspa yg brmksd u brbuat kjhtn ttpi ia tdk mlksnknnya mk Allah mctat bginya 1 kbaikn,& brgspa yg brmksd u mgrkn kjhtn lantas ia mgrjknnya mk Allah mctat bginya 1 kjhtn." (Riwayat Bukhari dan Muslim)

pkoknya tak ada yg sia-sia.

dan ingatlah,
"Maka brg siapa mgrjakn kbaikan sberat zarrah,niscaya dia akn mlht (balasan)nya. dan brg siapa mgrjakn kejahatan sbrat zarrah,niscya dia akn mlht (balasan)nya." QS 99:7-8

maka lakukanlah kbaikan walau sedikit :)

Tidiit! / Biasa aja kalee! / Daripada ketabrak

Suatu hari di jam tersibuk hari itu...sekelompok pemuda sedang berjalan di jalan utama kampus. saat itu pun mobil sedan cukup mewah sedang melaju dari arah belakang mereka. mereka memang berjalan di pinggir namun karena berkelompok, beberapa di antara mereka berada di badan jalan sehingga ...

" Tidiiit! [suara klakson mobil]"

dan

"Woi! biasa we atuh!", seru salah seorang di antara para pemuda (Pemuda 1).

Pemuda yang lain (pemuda 2) berkata, "Eh, kenapa?"

Pemuda 1 pun menjawab, "Kamu ga denger barusan tu orang mencet klakson keras banget? padahal biasa aja kalee."

Pemuda 2 berkata, "Perasaan tadi tuh biasa deh. suara klakson emang biasanya gitu kan."

"Euh? iya sih, tapi gimana gitu... jalan kan masih lebar. n kayaknya g perlu pencet klakson pun kita bakal minggir"

"Loh? masa supirnya harus bilang punten. emang kedengeran dari dalam mobil? lagian mungkin jg lagi buru2 jadi daripada nabrak mending kasih tanda pake klakson, biar kita nya aware. mendingan mana, ditabrak atau diklaksonin...?"

"Ha? heu ... ", pemuda 1 pun melakukan S3 (senyam senyum sendiri).


- cerita ini hanya fiktif tapi mungkin pernah terjadi di sekitar kita -

by: positive thinking & feeling

Arti Ukhuwah itu (bagiku)

aku sering kasih motivasi padahal aku sendiri harus diberi motivasi

aku sering mengingatkan padahal aku sendiri yang perlu diingatkan

aku sering menasihati padahal aku sendiri lah yang pantas dinasihati


krn itu yg kulakukan ketika teman minta dimotivasi, ketika ia minta diingatkan, ketika ia butuh nasihat, bukan berarti aku sudah lebih baik.

ketika yg satu lemah, yg lain menguatkan
ketika yg satu down, yang lain memberi semangat
ketika yang satu futur, yg lain mengingatkan
ketika yg satu btuh nasihat, yg lain menasihati

itulah ukhuwah itu...

Tanya: "Apakah aku fanatik?"

P: "Apakah aku fanatik?" J: "jika itu berarti berlebihan, oh tentu tidak (insya Allah)! jika itu berarti berkeyakinan kuat, mungkin iya insya Allah."

*
Di suatu pagi, ketika Syabibah, seorang gadis remaja yang biasa dipanggil Fafa, sedang bercermin untuk mengenakan jilbabnya, tiba-tiba ia teringat akan ayat Quran yang pernah dibacanya, "...Hendaklah mereka (perempuan-perempuan mukmin) mengulurkan jilbabnya sampai ke dada mereka..." (Q. S. An-Nur :31 & Al-Ahzab: 59). Hal tersebut membuatnya berpikir, 'Apakah aku mulai pake jilbab panjang sekarang?' lalu ia menjawab dengan jilbab panjangnya.

Belum selesai ia merapihkan kerudungnya dengan penitik dan bros, ibunya masuk ke kamarnya dan menatapnya heran.
           "Ko jilbabmu panjang, Fa?", tanya ibunya.
           "Kata Allah dalam al Quran, berjilbab itu harus panjang, Bu. Makanya, Fafa pake jilbabnya panjang." jawab Fafa dengan lembut diakhiri dengan senyuman.
            "Oh, gitu." respon ibu dengan anggukan.

Sejak itu Fafa tahu bahwa tidak hanya ibu saja yang akan keheranan melihat penampilan barunya, teman-teman di sekolahnya pun pasti akan bertanya-tanya. Fafa pun siap dengan jawabannya.

Setibanya di kelas, dugaannya pun terbukti. Salah satu teman sekelasnya, Wiwi, menanyakan pertanyaan yang sama dengan ibunya. Fafa pun menjawab dengan jawaban yang sama. Temannya yang belum berjilbab pun, In in, menanyakan hal serupa dan dijawab dengan jawaban serupa. ketika Fafa mendengar respon In in yang tidak antusias, seketika itu juga, Fafa teringat kisah para wanita Anshar. Para wanita Anshar begitu antusias dan taat kpd Allah sehingga ketika mereka mendengar perintah Allah tentang bejilbab, seketika itu juga mereka menarik kain-kain apapun yang ada disekitar mereka untuk mereka kenakan menutup aurat mereka. Para wanita Anshar dipuji oleh 'Aisyah r.a. karena ketaatan mereka kepada Allah. Fafa pun ingin seperti wanita Anshar yang sangat taat pada Allah Azza wa jalla.

Selain yang bertanya, adapun yang memuji dan menyelamati Fafa dengan perkataan, "Barakallah. Semoga Allah memberkahimu." Fafa pun menjawab, "Amin" seraya tersenyum bahagia. dia yakin dan akan membuktikan bahwa penampilan barunya ini takkan mengganggu aktifitasnya di sekolah.

Sore menjelang, waktunya Fafa pulang. Di rumah, ternyata ibu sudah ditemani ayah di ruang keluarga. Setelah mengucapkan salam dan mencium tangan ibu dan ayah, Fafa menuju ke kamarnya untuk berganti pakaian. setelah itu, ia bergegas ke luar kamar menyapa ayahnya.
          "Ayah ko pulang cepat?" tanya Fafa.
          "Bukan ayah yang pulang cepet, tapi kamu yang pulang kesorean." jawab Ayah.
          "Heh, iya yah. soalnya tadi aku ke sekre ekskul dulu ada keperluan."
          "Eh, Nak. Tolong belikan cemilan donk ke warung situ."
          "Oh, ok yah. sebentar pake baju dulu." jawab Fafa. Ayah jadi heran mendengar perkataan Fafa 'pake baju' padahal Fafa sudah pake kaos panjang, celana panjang.
          Tak berselang lama, Fafa pun keluar dengan kaos panjang, rok panjang dan jilbab panjang serta membawa kaos kaki yang dia akan ia pakai. ketika Fafa sedang mengenakan kaos kakinya, Ayah bertanya, "Kenapa pake kaos kaki?"
          Fafa pun menjawab santai, "Kan aurat wanita itu seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan (sambil menunjuk wajah dan telapak tangannya). jadi aku pake kaos kaki."
          "Iya, tapi kan deket warungnya juga."
          "Kan, kalo wanita keluar rumah, wanita wajib menutup auratnya. gitu Yah. aku ke warung dulu, assalamu'alaikum."
          Ayahpun menjawab salam sambil masih keheranan melihat perubahan putri satu-satunya ini.

**
Hari ini, hari kedua Fafa dengan penampilan barunya. Tidak ada lagi yang bertanya-tanya atau keheranan selain mereka yang belum berjumpa dengannya atau yang belum berani bertanya. dan setiap ada yang bertanya, Fafa menjawab dengan jawaban yang sama. Tapi Fafa hanya  bisa melempar senyum atau wajah ramah kepada orang yang hanya menatapnya heran atau penuh keanehan.

Hari ini, Fafa dan teman-teman sekelasnya praktek kimia di lab tentunya. Atas pengelompokan guru, Fafa berkelompok dengan satu teman perempuan, Fifi dan 2 teman laki-laki, Gan gan dan Zam zam.

             "Syabibah, kita sekelompok ya." ujar Gan gan sambil mencolek bahu Fafa.
             Seketika itu Fafa menghindar dan menjawab, "Eh, iya. ok. mari kita ke meja praktek."
             Gan gan merasa heran dengan tingkah Fafa tadi, tapi dia simpan keheranannya dulu.

Setelah semua alat dan bahan terkumpul, masing-masing kelompok memulai prakteknya. kelompok Fafa pun demikian. Selama praktek, Fafa berusaha untuk tidak menyentuh atau disentuh kedua teman laki-lakinya. ternyata, perbuatannya itu cukup diperhatikan oleh teman-teman sekelompoknya.

              "Yes, kita berhasil. Ces dulu donk!" ujar Zam zam dengan penuh semangatnya setelah percobaan yang dilakukan bersama kelompoknya berhasil. Zam zam pun tos dengan Gan gan dan fifi. ketika Zam zam mengajak tos pada Fafa, Fafa hanya bisa tersenyum dan berkata, "Iya, selamat ya!"

              Keheranan Gan gan sejak tadi pun akhirnya dia ungkapkan, "Syabibah, kamu makin aneh sih aku perhatiin. pertama, berjilbab panjang, okelah, menurutku kamu tambah cantik, tambah rapih, tambah tertutup, jujur aku suka. tapi hari ini, perasaan kamu ko ga mau aku sentuh, meskipun dicolek doang, ga mau nyentuh aku n Zam zam."
              "Iya betul. emang kita nih najis?" tanya Zam zam.
              "Duh, bukan gitu, kawan-kawan." jawab Fafa.
              "Sudahlah jangan kau fanatik dalam beragama." ujar Gan gan.
              "Fanatik?" respon Fafa.
              "Udahlah temen-temen. terserah Fafa kali. emang ganggu kalian gitu?" bela Fifi.
              "Enggak ganggu juga sih tapi ya kita sempat tersinggung en aneh aja. ya aku mah kasih tau aja untuk ga usah fanatik, biasa aja lah." ujar Zam zam.

         Mengetahui respon Gan gan dan Zam zam yang begitu, Fafa jadi begitu sedih. Fafa pikir, harusnya mereka bisa minimal mengerti dan menerima jika mereka belum bisa melaksanakan karena perbuatan Fafat ini berdasarkan ajaran agama Islam, agamanya Fafa dan agamanya mereka. namun, Fafa juga harus mencoba paham karena belum semua orang tau, paham dan mengaplikasikan ajaran dalam agamanya sendiri, begitu pun Fafa yang masih harus mendalami.
        Mendengar judgement temannya yang bilang "fanatik", Fafa bertanya-tanya pada dirinya, "Apa aku ini fanatik?"
dari situ Fafa kemudian mencari-cari definisi kata 'fanatik' di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kamus online, dan lainnya.
         Sebagian kamus menyebutkan bahwa fanatik adalah berlebihan. Fafa merenung dan berpikir, "Apakah aku ini berlebihan?"
          Fafa mulai pikirkan satu per satu perubahannya, yang membuat orang berpikir ia fanatik. pertama, berjilbab panjang, hal ini ada dalilnya bahkan dalil dalam al Quran bahkan disebutkan 2 kali. 'Berarti untuk hal ini, aku tidak berlebihan, tidak fanatik, aku sesuai porsinya, sesuai yang seharusnya.' ujar Fafa dalam renungannya. kedua, menutup seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan, hal ini juga tidak berlebihan karena berdasarkan sabda Rasulullah saw, 'Hai Asma, sesungguhnya jika seorang wanita sudah mencapai usia haidh (akil baligh) maka tak ada yang layak terlihat kecuali ini, sambil beliau menunjuk wajah dan telapak tangan.' (HR. Abu Daud dan Baihaqi). ketiga, tidak bersentuhan dengan lawan jenis, hal ini pun tidak berlebihan karena berdasarkan sabda Rasulullah saw, 'Seandainya kepala seseorang di tusuk dengan jarum dari besi itu lebih baik dari pada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.' (Hadits hasan riwayat Thobroni dalam Al-Mu'jam Kabir 20/174/386 dan Rauyani dalam Musnad: 1283 lihat Ash Shohihah
1/447/226). 'Jadi, aku ini ga berlebihan.' ujar Fafa dalam renungannya.

             Fafa kemudian membaca definisi fanatik lainnya yang mengatakan bahwa fanatik berarti teramat kuat kepercayaan (keyakinan) nya. 'Umm, insya Allah iya. aku memang berharap demikian sehingga Allah dan Rasul-Nya senang padaku atas kuatnya keyakinanku pada Allah dan Rasul Nya.' ujar Fafa.

'Jadi, kalo fanatik yang berarti berlebihan, oh tentu aku enggak donk. tapi kalo fanatik yang berarti teramat kuat keyakinannya, emm insya Allah aku berusaha.' ujar Fafa 'Akan aku kasih tau mereka apa itu fanatik.'


> cerita ini sengaja dibuat untuk semua tanpa niat menyakiti hati siapapuni..
> slh satu himbauan penting dalam cerita ini: minimal menerima dan memahami jika belum bisa mengaplikasikan :)


thanks for reading this b^^

semoga Allah memberikan petunjuk, ketakwaan, kecukupan, dan kekayaan pada kita semua. amin Ya mujiibasailiin

Money buat Mommy dan Daddy

Suatu hari aku pergi ke tukang obras, untuk mengobras tentunya. Di tempat itu, aku harus mengantri menunggu giliran hingga akhirnya tibalah giliranku. aku pun duduk di dekat seorang ibu keturunan cina (sebutlah Leni) yang merupakan teman pemilik obras yang mengobras kain-kain yang ku bawa.
Sejak aku datang, mereka memang sudah mengobrol hingga tiba giliran akupun mereka masih mengobrol. itu bukanlah masalah buatku karena meskipun mereka mengobrol, pemilik obras yang juga keturunan cina (sebutlah Cici) tetap melakukan tugasnya yakni mengobras.
Bukan aku ingin mencuri dengar, tapi tentu saja aku yang duduk dekat mereka, dapat mendengar segala yang mereka perbincangkan.
Ibu Leni menceritakan keluarganya kepada Ibu Cici. Bu Leni sepertinya tidak keberatan aku mendengarkan perbincangan mereka karena bu Leni tidak segan-segan bercerita dengan suara yang cukup dapat ku dengar dengan jelas.
"Enak ya Bu Leni mah anak-anak udah pada gede udah pada kerja." kata Bu Cici.
"Oh iya, anak-anakku semuanya ngasih jatah setiap bulan buat aku dan buat suamiku." kata Bu Leni.
dalam hatiku, aku berujar "Wah keren tuh anak-anaknya, bisa ngasih buat ibu bapaknya." di saat yang bersamaan, aku pun berdoa agar aku bisa melakukan hal yang sama. ya walaupun uang tidak bisa membalas semua kebaikan yang telah dilakukan ibu bapakku untukku, setidaknya aku ingin bisa mencukupi kebutuhan kelak di hari tua mereka seperti mereka kepadaku sejak aku lahir.
akupun jadi menyimak apa yang dibincangkan mereka karena sepertinya pesannya bagus...eh malah ada hal yang menurutku lucu.
"Suami ga usah kerja dong? kan dapet uang dari anak." kata bu Cici.
"Oh ya suamiku tetep kerja. uang suamiku aku pake belanja buat makan dan lain-lain. uang dari anak buat dia dan buat aku ya aku simpen."
aku tersenyum sedikit sambil menahan tawa. pinter juga nih bu Leni. ya mungkin beliau melakukan itu atas pengetahuan suaminya. masa enggak...
karena istri sholihah mah ga ngambil uang suami tanpa sepengetahuannya...
wallahu 'alam.
 Note: redaksinya ga gitu-gitu juga...sedkt di modif karena udah lupa, it's been long time gheeto tapi intinya yang patut kita tiru adalah... mencukupi kebutuhan orang tua kita

Sabtu, 02 Juni 2012

Ada penjahat! Muslimah membela diri atau lari?


Muslimah membela diri atau lari?

(dari artikel berjudul “Muslimah Membela Diri, Wajibkan?” oleh Nashih Nashrullah pada harian umum Republika edisi 18 Mei 2012)
 
  1. Bagaimanakah hukum membela diri, harta, dan kehormatan bagi seorang muslim?
DR Abd Al Karim Az Zaidan dalam kitabnya yang berjudul Al Mufashal fi Ahkam Al Mar’at menguraikan tentang hal ihwal hukum mempertahankan diri bagi seorang muslimah yang terancam bahaya. Hal mendasar yang ia bahas ialah berkenaan dengan hukum pembelaan tersebut.
                Terkait ini, ada dua pendapat. Pendapat pertama mengatakan hukumnya sekadar boleh. Salah satu opsi pendapat yang berlaku dalam kalangan Mazhab Syafi’i mengatakan, tidak wajib hukumnya melawan bila pelaku adalah beragama muslim juga.
                Sedangkan menurut Imam Al Jashash, seorang ulama bermazhab Hanafi, wajib hukumnya membela diri dan melawan upaya kejahatan pelaku meskipun harus ditempuh dengan cara membunuh penjahat. Hampir tidak ada perbedaan pendapat di antara ulama Mazhab Hanafi soal kewajiban membela diri bagi muslimah. Mereka beralasan, pelaku yang hendak menganiaya korban adalah seseorang yang makar. Dalam Islam, Allah SWT menyerukan agar membunuh kelompok yang berbuat makar.

  2.  Bagaimana bentuk pertahanan diri yang mesti dilakukan?
Dalam kitab tersebut disebutkan ada beberapa tahapan cara yang bisa ditempuh:
1)      Mengingatkannya (orang jahat) tentang keberadaan Tuhan
2)      Jika hal itu tak mempan, minta tolong orang di sekitar
3)      Bila tidak ada, memanggil pihak berwajib, jika memungkinkan
4)      Terakhir, mempertahankan diri secara mandiri dengan sebisa mungkin sekalipun yang dipertaruhkan nyawa.
Hadis yang diriwayatkan oleh Imam An Nasai dari Sufyan Ats- Tsauri menyebutkan, seorang sahabat datang dan bertanya kepada Rasulullah SAW. Ia mengatakan, “Ada oknum yang menghampiri dan menginginkan hartaku secara paksa (apa yang harus dilakukan)?
Rasulullah menjawab, “Ingatkan dia akan Tuhan. Bila tidak berguna maka mintalah pertolongan orang di sekitarmu dan jika tidak ada satu pun maka libatkan pihak berwenang, lalu bila ia menolak memberi pertolongan maka pertahankanlah diri dan harta bendamu sekalipun harus mempertaruhkan jiwa dan engkau akan jadi seorang syahid.”
  3.  Bagaimana hukum berusaha melarikan diri oleh muslimah bila keputusan tersebut dianggapnya dapat menghindari bahaya dan menyelematkan harta benda, jiwa, atau kehormatannya?
Abd Al Karim Az Zaidan menjelaskan bahwa di antara ahli fikih ada yang mewajibkannya. Pandangan ini banyak populer di kalangan ulama yang bermazhab Syafi’i. Menurut mereka, dengan mencoba meloloskan diri dari ancaman pelaku kriminal bisa menghindari niat jahat pelaku. Dengan catatan, usaha tersebut tidak malah mengundang bahaya yang lebih besar bagi dia atau orang lain.
                Sedangkan, sebagian ulama fikih hanya sebatas memperbolehkan, bukan sampai level wajib. Hal ini karena membela dan menjaga diri bagi seorang muslimah hukumnya boleh. Demikia halnya dengan hukumanya melarikan diri. Pandangan ini banyak disuarakan oleh sebagian ulama bermazhab Hanbali. Bila orang yang bermaksud berniat jahat tadi telah lari terlebih dahulu sebelum ia melakukan kejahatannya maka tidak perlu dikejar dan dihukum.
                Karena, pada dasarnya hukum dan sanksi atas penganiayaan itu gugur dengan larinya penjahat itu. Kecuali, jika ia merampas dan membawa barang pribadi milik korban. Dalam kasus seperti ini, boleh dikejar dan ditangkap untuk kemudian diberikan sanski sesuai dengan tindak kejahatan.